081320452300
Customer service
Menu
Ikuti pelatihan bididaya cacing

Sifat Cacing Tanah

Membedakan sifat cacing tanah bukan dari jenis kelaminnya sebab cacing bersifat hermaprodit atau cacing tanah memiliki 2 alat kelamin, jantan dan betina. Meskipun memiliki dua alat kelamin cacing tanah tidak dapat melakukan perkawinan sendirian. Cacing tanah dalam reproduksi membutuhkan pasangan untuk pertukaran sperma.

Cacing tanah adalah hewan nokturnal dan fototaksis negatif. yang artinya aktivitas hidupnya lebih banyak pada malam hari sedangkan pada siang harinya istirahat. cacing tanah selalu menghindar jika ada cahaya dan bersembunyi di dalam tanah. Cara bernafas cacing tanah tidak dengan paru-paru melainkan dengan permukaan tubuhnya. Jadi cacing tanah selalu menjaga permukaan tubuhnya dengan kelembabannya, sehngga pertukaran oksigen dan karbondioksida berjalan lancar.

Secara usia cacing tanah cukup panjang bisa mencapai 15 tahun, sedangkan umur produktifnya hanya sekitar 2 tahun saja. Cacing tanah di katakana dewasa ketika berumur 3 bulan dan dapat menghasilkan kokon sebanyak 3 kokon per minggu. Kokon berisi telur dengan jumlah sekitar 2 – 20 butir. Telur tersebut akan menetas menjadi bayi cacing atau juvenil walaupun kokon berisi banyak telur namun, rata-rata hidup cacing adalah 2 ekor perkokon setelah 2 – 5 minggu.. Cacing tanah akan menjadi dewasa dan siap kawin setelah berumur 2 – 3 bulan.

Pertambahan berat cacing pada pertumbuhannya sampai saat berumur satu bulan adalah sekitar 400 persen, 1 – 2 bulan 300 persen, dan 2 –3 bulan 100 persen. Dalam satu siklus (3 bulan) 1 kg induk cacing menghasilkan 6 kg cacing. Dalam 1 kg cacing terdapat sekitar 2000 ekor. Sedangkan berat keringnya adalah sekitar 20 persen dari berat basah.

Demikian sifat cacing tanah semoga bisa menjadi masukan dalam melakukan budidaya, mengenal cacing tanah memudahkan kita merawat dan memelihara cacing tanah.

loading...